Postingan

Kisah Uggasena - 1 - Dhammapada

Dhammapada ayat 348 bab Syair Nafsu Keinginan Kisah Uggasena (1) Muncapure munca pacchato, majjhe munca bhavassa paragu, sabbattha vimuttamanaso, na punam jatijaram upehisi. Lepaskan masa lalu, masa sekarang, maupun masa depan*, menyeberanglah ke seberang sungai kehidupan*. Dengan pikiran yang bebas dari segalanya, tiada lagi kelahiran dan kematian. Mengacu kepada keterikatan terhadap Lima Kelompok Kehidupan yang timbul pada masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Pantai Seberang adalah kiasan dari Nibbana. Sang Buddha mengucapkan ayat ini pada saat berada di vihara Jetavana, di dekat kota Savatthi, sehubungan dengan putra seorang kaya yang bernama Uggasena yang jatuh cinta kepada seorang wanita penari. Serombongan pemain teater keliling yang terdiri dari 500 penari dan beberapa pemain akrobat tiba di Rajagaha dan melakukan pertunjukan di sekitar istana raja Bimbisara selama 7 hari. Di antara para penari terdapat seorang penari muda putri dari seorang pemain...

Kisah Biksuni Khema - 1 - Dhammapada

Dhammapada ayat 347 bab Syair Nafsu Keinginan Kisah Biksuni Khema (1) Ye ragarattanupatanti sotam, sayamkatam makkatakova jalam, etampi chetvana vajanti dhira, anapekkhino sabbadukkham pahaya. Orang-orang yang memuja nafsu akan terseret arus, bagaikan laba-laba yang terjerat jaringnya sendiri. Inilah yang dilenyapkan oleh orang-orang bijak, tanpa kemelekatan, maka terlepaslah semua derita. Sang Buddha mengucapkan ayat ini pada saat berada di vihara Veluvana, di dekat kota Rajagaha, sehubungan dengan ratu Khema. Ratu Khema adalah ratu utama raja Bimbisara. Ia sangat cantik dan amat sombong. Raja ingin ratu pergi ke vihara Veluvana untuk bersujud kepada Sang Buddha. Akan tetapi ratu pernah mendengar bahwa Sang Buddha selalu meremehkan kecantikan sehingga ia pun berusaha menghindar bertemu dengan Sang Buddha. Raja memaklumi tindakan ratu menjauhi Sang Buddha, ia juga tahu betapa bangganya ratu terhadap kecantikan dirinya. Raja memerintahkan penyanyi-penyanyi istana untuk me...

Kisah Hukuman Penjara - Dhammapada

Dhammapada ayat 345 dan 346 bab Syair Nafsu Keinginan Kisah Hukuman Penjara Na tam dalham bandhanamahu dhira, yadayasam darujapabbajanca, sarattaratta manikundalesu, puttesu daresu ca ya apekkha. Etam dalham badhanamahu dhira, oharinam sithilam duppamuncam, etampi chetvana paribbajanti, anapekkhino kamasukham pahaya. Menurut orang bijak, apa saja yang terbuat dari besi, kayu atau jerami, bukanlah belenggu yang kuat. Menurut orang bijak, yang berupa permata, anak-anak dan istri, adalah belenggu yang paling kuat. Menurut orang bijak, belenggu yang kuat akan menghambat, sifatnya lentur dan sulit dihilangkan. Setelah belenggu itu dipotong terbebaslah keterikatan, dan orang bijak meninggalkan kesenangan duniawi. Sang Buddha mengucapkan ayat-ayat itu pada saat berada di vihara Jetavana, di dekat kota Savatthi, sehubungan dengan beberapa orang pencuri yang diikat dengan rantai. Pada suatu hari, 30 orang biksu memasuki Savatthi untuk menerima dana makanan. Pada saat mer...

Kisah Seorang Mantan Biksu - Dhammapada

Dhammapada ayat 344 bab Syair Nafsu Keinginan Kisah Seorang Mantan Biksu Yo nibbanatho vanadhimutto, vanamutto vanameva dhavati, tam puggalametha passatha, mutto bandhanameva dhavati. Dari kehidupan berumah tangga beralih ke kehidupan suci, walau telah bebas, ia kembali ke rumah itu lagi. Lihatlah orang-orang yang seperti itu, setelah bebas, ia malah kembali ke kemelekatan itu lagi. Sang Buddha mengucapkan ayat ini pada saat berada di vihara Veluvana, di dekat kota Rajagaha, sehubungan dengan seorang mantan murid biksu Maha Kassapa. Saat menjadi murid biksu Maha Kassapa, biksu ini telah mencapai empat pencerapan mental (jhana). Pada suatu hari, pada saat ia berkeliling menerima dana makanan di rumah pamannya, ia melihat seorang wanita dan timbul keinginan untuk memilikinya. Ia pun meninggalkan keanggotaan Sangha. Sebagai seorang perumah tangga, ia mengalami kegagalan karena tidak bekerja keras. Oleh sebab itu, pamannya mengusirnya keluar dari rumah, dan kemudian ia berga...

Kisah Seekor Babi Muda - Dhammapada

Dhammapada ayat 338 sampai 343 bab Syair Nafsu Keinginan Kisah Seekor Babi Muda Yathapi mule anupaddave dalhe, chinnopi rukkho punareva ruhati, evampi tanhanusaye anuhate, nibbattati dukkhamidam punappunam. Yassa chattimsati sota, manapasavana bhusa, maha vahanti dudditthim, sankappa raganissita. Savanti sabbadhi sota, lata uppajja titthati, tanca disva latam jatam, mulam pannaya chindatha. Saritani sinehitani ca, somanassani bhavanti jantuno, te satasita sukhesino, te ve jatijarupaga nara. Tasinaya purakkhata paja, parisappanti sasova bandhito, samyojanasangasattaka, dukkhamupenti punappunam ciraya. Tasinaya purakkhata paja, parisappanti sasova bandhito, tasma tasinam vinodaye, akankhanta viragamattano. Pohon yang ditebang akan kembali tumbuh, bila akarnya tak tersentuh dan masih kuat. Begitupun nafsu keinginan yang masih berakar, penderitaan akan muncul lagi dan lagi. Bila 36 arus keinginan mendesak kuat, masuk ke dalam pikiran lewat hal yang menyenang...

Kisah Kapila, si Ikan - Dhammapada

Dhammapada ayat 334, 335, 336 dan 337 bab Syair Nafsu Keinginan Kisah Kapila, si Ikan Manujassa pamattacarino, tanha vaddhati maluva viya. So plavati hura huram, phalamicchamva vanasmi vanaro. Yam esa sahate jammi, tanha loke visattika. Soka tassa pavaddhanti, abhivatthamva biranam. Yo cetam sahate jammim, tanham loke duraccayam. Soka tamha papatanti, udabindu va pokkhara. Tam vo vadami bhaddam vo, yavantettha samagata, tanhaya mulam khanatha, usiratthova biranam, ma vo nalamva sotova, maro bhanji punappunam. Nafsu keinginan orang yang lengah, tumbuh bagaikan tanaman merambat. Ia melompat dari satu kehidupan ke kehidupan lain, bagaikan kera mencari buah di dalam hutan. Siapapun di dunia ini, yang melekat kepada keinginan. Penderitaannya akan bertambah, bagaikan rumput liar tumbuh setelah hujan. Barang siapa yang mampu mengatasi, keinginan yang tak terkendali itu. Penderitaannya akan berguguran, bagaikan embun menetes dari daun teratai. Kepada kalian yan...

Kisah Mara (2) - Dhammapada

Dhammapada ayat 331, 332 dan 333 bab Syair Gajah Kisah Mara (2) Atthamhi jatamhi sukha sahaya, tutthi sukha ya itaritarena, punnam sukham jivitasankhayamhi, sabbassa dukkhassa sukham pahanam. Sukha matteyyata loke, atho petteyyatata sukha, sukha samannata loke, atho brahmannata sukha. Sukham yava jara silam, sukha saddha patitthita, sukho pannaya patilabho, papanam akaranam sukham. Teman bisa hadir saat dibutuhkan sangat membahagiakan, puas dengan yang dimiliki juga membahagiakan, meninggal dengan membawa kebajikan amat membahagiakan, melenyapkan semua penderitaan lebih membahagiakan. Berbakti kepada ibu sangat membahagiakan, berbakti kepada ayah juga membahagiakan, berbakti kepada para pertapa amat membahagiakan, berbakti kepada Buddha lebih membahagiakan. Berbuat kebajikan seumur hidup sangat membahagiakan, memiliki keyakinan teguh juga membahagiakan, memiliki kebijaksanaan amat membahagiakan, tidak berbuat kejahatan lebih membahagiakan. Sang Buddha menguca...



Sekilas Info


PEMBANGUNAN VIHARA MAHASAMPATTI


Vihāra Mahāsampatti mengajak para dermawan berhati mulia untuk menjadi penyokong Dhamma dan penganjur berdana dengan berdana COR LANTAI.


Luas bangunan Vihāra Mahāsampatti ± 5555 m2. Untuk itu Vihāra Mahāsampatti yang terletak di Jalan Pajang No. 1-3-5-7-9-11, Kel. Sei Rengas Permata, Kec. Medan Area, Medan, Sumatera Utara, masih sangat membutuhkan kedermawanan Anda.



Baca di situs resminya:

http://donasi.viharamahasampatti.or.id





MEDITASI VIPASSANA


Sukhesikarama Mindfulness Forest (SUMMIT), Bakom, Cianjur, Jawa Barat:

Tempat terbuka sepanjang tahun bagi yang ingin berlatih secara intensif baik mingguan, bulanan, maupun tahunan.

Channel di Youtube Sukhesikarama TV

“Bukan ada waktu baru bermeditasi, tetapi luangkanlah banyak waktu untuk bermeditasi”





PEMBANGUNAN RAKKHITAVANA BUDDHIST CENTER


Panitia pembangunan RAKKHITAVANA BUDDHIST CENTRE memberi kesempatan untuk berbuat kebajikan, demi terwujudnya pembangunan RAKKHITAVANA BUDDHIST CENTRE di Jl. LetJend Jamin Ginting KM 27, sebagai tempat meditasi yang terpadu, sunyi, segar, serta bernuansa asri dengan lokasi yang terjangkau dalam waktu 1 jam dari kota Medan.

Baca di halaman Facebooknya:

Rakkhitavana.